Senin, 26 Oktober 2009

Pedoman Penulisan Proposal Tesis dan Tesis Magister Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada

Penyusun:
Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D
Ir. Abdul Kadir, MT, MM
Dr.Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA
Ir. Wahyuni, M.Sc
Editor:
Selo
3
KATA PENGANTAR
Buku ‘Pedoman Penulisan Proposal Tesis dan Tesis’ ini merupakan adaptasi
dari buku berjudul ‘Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian dan Tesis’ yang
diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003 dan
‘Penjelasan Petunjuk Penulisan Tesis S2 Bidang Keinformatikaan’ yang dikeluarkan
oleh Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tahun
2003. Beberapa hal yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini telah
ditambahkan dalam buku pedoman ini, sehingga diharapkan dapat memberikan
arahan yang lebih spesifik dalam menyusun penulisan proposal tesis maupun tesis di
lingkungan Magister Teknologi Informasi.
Akhir kata, mudah-mudahan buku ini dapat memberikan manfaat.
Yogyakarta, Februari 2006
Tim Penyusun
4
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................3
DAFTAR ISI.............................................................................................................4
BAGIAN I.................................................................................................................5
1 Pengertian Tesis..................................................................................................5
2 Tema / Topik Tesis MTI .....................................................................................5
3 Proposal dan Laporan Thesis...............................................................................6
4 Pra Syarat ...........................................................................................................6
BAGIAN II................................................................................................................8
1 Proposal Penelitian .............................................................................................8
1.1 Bagian Awal ................................................................................................8
1.2 Bagian Utama ............................................................................................11
1.3 Bagian Akhir..............................................................................................16
1.4 Kerangka Proposal Tesis ............................................................................17
2 Tesis .................................................................................................................18
2.1 Bagian Awal ..............................................................................................18
2.2 Bagian Utama ............................................................................................28
2.3 Bagian Akhir..............................................................................................31
2.4 Kerangka Tesis...........................................................................................31
3 Tatacara Penulisan ............................................................................................32
BAGIAN III ............................................................................................................44
1 Seminar dan Sidang Pendadaran .......................................................................44
2 Teknik Presentasi..............................................................................................46
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................50
5
BAGIAN I
1 Pengertian Tesis
Tesis adalah karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis
mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan
kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas dari tesis harus nampak,
menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis
dipertahankan dalam sidang.
Tesis bersifat argumentatif dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang
memiliki bobot orisinalitas tertentu. Penulisan tesis (nantinya) mensyaratkan :
kejelasan argumen, bobot argumentasi, kemudahan untuk difahami setidaknya oleh
komunitas akademis, kegunaan praktis untuk masyarakat dan profesi. Tesis
senantiasa mengasumsikan adanya argumentasi teoritis tertentu yang diacu. Penelitian
tesis berupa pengajuan suatu toeri (baru), pengujian (penerapan) teori, assessment
teori yang telah didokumentasikan. Argumentasi harus jelas dan eksplisit, akan
menambah pengetahuan pembaca. Argumentasi disajikan dengan mantap, tercermin
dari kajian litaratur dan data pendukung.
Tesis memiliki bobot kebaruan, dari segi pengembangan teori atau konsep,
tawaran metodologi yang tepat, atau ekplorasi data penting yang belum pernah atau
jarang dilakukan. Kebaruan ini akan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu
pengetahuan yang digeluti. Tesis harus dapat dibandingkan dengan karya ilmiah lain
(item pembanding : metode, waktu/periode atau lainnya).
Karya ilmiah yang memiliki kualifikasi sebagai tesis mencakup: faktor
subtanstif (penguasaan materi bahasan, teori dan konsep), pemilihan metode yang
tepat dan teknik pengumpulan dan analisis data yang tepat.
2 Tema / Topik Tesis MTI
Tesis di MTI minimal mencakup dua dari tema-tema / topik tersebut di bawah
ini :
1. Konsep keamanan jaringan komputer
2. Jaringan komputer
3. Rekayasa perangkat lunak
4. Pemrograman berorientasi objek
5. Gudang data
6. Sistem basis data
7. Sistem informasi
8. Aplikasi komputer berbasis Web
9. Teknologi informasi dan masyarakat
10. Manajemen proyek TI
11. Antarmuka manusia dan komputer
12. Sistem pendukung keputusan
13. Komunikasi bisnis
6
Judul tesis dapat diusulkan oleh mahasiswa sendiri atau dapat berasal dari
dosen-dosen MTI. Mahasiswa yang berencana mengajukan judul sendiri disarankan
agar mengkonsultasikan judul tersebut pada dosen yang sesuai. Pada awal cawu akan
ditawarkan judul-judul tesis yang berasal dari dosen. Semua judul yang dipilih baik
dari mahasiswa maupun dari judul yang disediakan akan dievaluasi dalam rapat
untuk disetujui.
Penentuan Judul harus didukung oleh minimal 3 (tiga) mata kuliah yang
menguatkan (2 mata kuliah wajib + 1 konsentrasi atau sebaliknya).
3 Proposal dan Laporan Thesis
Pelaksanaan tesis meliputi kegiatan pengajuan proposal penelitian,
pelaksanaan penelitian, penulisan laporan dan ujian tesis.
Pengajuan proposal dilakukan melalui penyusunan proposal penelitian yang
menggambarkan masalah yang akan ditelilti, usulan penyelesaian masalah, cara
penelitian, dan cara analisis data untuk memperoleh hasil penelitian yang diharapkan
merupakan jawaban akan masalah yang diteliti. Penelitian tesis dilakukan dengan
cara sedapat mungkin sesuai dengan cara yang diajukan pada proposal, dapat
dilakukan di laboratorium atau survey lapangan. Diperlukan penanganan yang baik
dalam pengaturan waktu, bahan penelitian dan peralatan yang digunakan serta tempat
penelitian.
Setelah selesai melaksanakan penelitian, mahasiswa diwajibkan membuat
laporan penelitian. Laporan tesis disusun atas dasar pelaksanaan penelitian, dibuat
mengikuti aturan penulisan yang berlaku menyangkut antara lain pada sistematika isi,
format, bahasa, tata tulis, dan media yang diperlukan.
Tesis dipertahankan dalam sidang yang dihadiri oleh tim penguji, didahului
dengan beberapa seminar yang terjadwal (4 kali) untuk mengetahui kemajuan
pelaksanaan tesis.
4 Pra Syarat
Pra Syarat untuk Pembimbingan :
1. Telah menempuh mata kuliah minimal 22 SKS dengan IPK minimal 2,75
(Sesuai pedoman akademik Sekolah Pascasarjana).
2. Menyelesaikan kewajiban administratif dan keuangan sesuai dengan waktu
yang ditentukan.
Pra Syarat Pra Pendadaran :
1. Telah menyelesaikan kewajiban administratif dan keuangan sesuai dengan
waktu yang ditentukan.
2. Telah menempuh proses pembimbingan terhadap dosen pembimbing 1 dan 2.
3. Telah disetujui untuk mengikuti Pra Pendadaran oleh dosen pembimbing 1
dan 2 (tidak bisa salah satu).
7
Pra Syarat Pendadaran :
1. Lulus semua mata kuliah dengan IPK minimal 2,75 (Sesuai pedoman
akademik Sekolah Pascasarjana), dan tidak ada nilai D didalamnya.
2. Telah menyelesaikan kewajiban administratif dan keuangan sesuai dengan
waktu yang ditentukan.
3. Telah menempuh semua pra pendadaran (I – IV).
4. Telah disetujui untuk mengikuti Pendadaran oleh dosen pembimbing 1 dan 2
(tidak bisa salah satu).
Kondisi khusus :
Dosen Pembimbing tidak dapat melakukan tanda tangan di lembar persetujuan untuk
mengikuti pra pendadaran / pendadaran, maka mahasiswa yang bersangkutan dapat
dijadwalkan selama ada konfirmasi dari dosen pembimbing yang bersangkutan
kepada bagian akademik untuk mengikuti pra pendadaran / pendadaran (via e mail,
telpon, sms, dan cara lain yang memungkinkan). Tanpa persetujuan tersebut maka
mahasiswa tidak dapat menempuh pra pendadaran / pendadaran.
8
BAGIAN II
1 Proposal Penelitian
Secara garis besar, proposal penelitian tesis terdiri atas bagian awal, bagian
utama, dan bagian akhir.
1.1 Bagian Awal
Bagian awal terdiri atas sejumlah bagian, yang akan dibahas satu-per-satu.
1.1.1 Halaman Judul
Secara berurutan, halaman ini berisi :
a. Judul proposal penelitian tesis (ditulis dengan huruf kapital).
b. Maksud proposal penelitian tesis, berupa tulisan:
Proposal Penelitian untuk Tesis S-2
Program Studi Magister Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
c. Lambang Universitas Gadjah Mada berbentuk bundar dengan dimeter sekitar
5,5 cm.
d. Keterangan yang mengajukan proposal penelitian tesis, nama lengkap
mahasiswa, dan nomor mahasiswa. Contoh:
diajukan oleh:
Nina Katerina
12345/PS/MTI/04
e. Instansi yang dituju yaitu berupa seperti berikut:
kepada
SEKOLAH PASCASRAJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
f. Waktu pengajuan, yang terdiri atas nama bulan dan tahun. Contoh:
Januari, 2006
Contoh lengkap halaman sampul muka dapat dilihat pada halaman sesudah
ini.
9
INTEGRASI INFORMASI
SEJUMLAH SITUS WEB PERBANKAN
Proposal Penelitian untuk Tesis S-2
Program Studi Magister Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
diajukan oleh
Nina Katerina
12345/PS/MTI/04
kepada
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Januari, 2006
10
1.1.2 Halaman Persetujuan
Berisi data pengesahan oleh pembimbing utama dan pembimbing
pendamping. Contoh seperti di bawah ini.
Proposal penelitian
Integrasi Informasi Sejumlah Situs Web Perbankan
yang diajukan oleh
Nina Katerina
12345/PS/MTI/04
telah disetujui oleh:
Pembimbing Utama
Nama Pembimbing tanggal …………………….
Pembimbing Pendamping
Nama Pembimbing tanggal …………………….
11
1.2 Bagian Utama
Bagian utama proposal penelitian tesis mencakup: latar belakang, tujuan
penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, hipotesis (opsional), cara penelitian, dan
jadwal penelitian.
1.2.1 Latar Belakang
Latar belakang berisi perumusan masalah, keaslian penelitian, dan manfaat
hasil penelitian.
a. Perumusan masalah menjelaskan masalah yang akan diteliti dan alasan
yang melatarbelakangi penelitian. Sebagai sebuah karya ilmiah, tujuan
penulisan tesis adalah mengkomunikasikan temuan-temuan ilmiah baru
kepada masyarakat ilmiah. Dengan demikian yang pertama-tama harus
dilakukan adalah menunjukkan bahwa hal-hal yang dikerjakan di dalam
penelitian tesis tersebut layak untuk dikomunikasikan.
Dengan kata lain, perumusan masalah menjelaskan alasan bahwa masalah
yang dikemukakan dalam penelitian dipandang menarik dan penting
sehingga perlu diteliti.
b. Keaslian penelitian berisi penjelasan yang menerangkan bahwa penelitian
yang dilakukan memang belum pernah dilakukan oleh orang lain atau
sekiranya sudah ada penelitian yang semacam itu perlu dijelaskan
perbedaan yang nyata dengan penelitian sebelumnya.
c. Manfaat penelitian berisi penjelasan tentang manfaat yang diperoleh
setelah penelitian berhasil dilakukan. Tidak perlu ada informasi yang
menyatakan bahwa penelitian ditujukan untuk memperoleh gelar S-2
ataupun manfaat untuk pribadi.
1.2.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi penjelasan tentang tujuan yang “spesifik” atau target
yang ingin dicapai. Di dalam tujuan penelitian, tidak perlu ada informasi yang
menyatakan bahwa penelitian ditujukan untuk memperoleh gelar S-2 ataupun manfaat
untuk pribadi. Pengertian “spesifik” diimplementasikan dengan menggunakan
ungkapan-ungkapan yang jelas, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahan
interpretasi. Ungkapan yang jelas dapat mencegah pembaca untuk bertanya lebih
lanjut tentang maksud atau makna dari ungkapan tersebut.
Contoh berikut memberikan gambaran tentang ungkapan tujuan penelitian
yang belum sempurna: “Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh komputerisasi
dalam bidang akademik di Universitas X”. Ungkapan tersebut kurang tajam, karena
pembaca masih dapat bertanya tentang beberapa hal, misalnya:
− Aspek yang dipengaruhi (misalnya, efisiensi kerja pegawai, produktivitas unit
kerja, atau pencapaian tujuan institusi)
− Maksud kata “komputerisasi” (apakah pengadaan komputer, digitalisasi
dokumen, automasi proses, atau pengembangan sistem informasi)
12
Ungkapan di depan dapat disempurnakan sebagai berikut: “Penelitian ini
bertujuan mengamati pengaruh penerapan sistem informasi akademis dalam
produktivitas akademis dosen dan mahasiswa di Universitas X”. Perhatikan
bagaimana frasa yang dicetak miring memberikan kejelasan tentang tujuan penelitian
yang dimaksud.
Secara prinsip tesis dalam bentuk pengembangan suatu perangkat lunak.juga
diperkenankan, meskipun ada pembatasan yang diatur melalui mekanissme tersendiri.
Dalam konteks ini tujuan pengembangan harus dijelaskan untuk menunjukkan bahwa
pengembangan perangkat lunak seperti itu memang sangat perlu untuk
diimplementasikan.
1.2.3 Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka menguraikan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan
oleh suatu peneliti yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Selain itu, bagain ini menjelaskan masalah-masalah yang belum terpecahkan atau
belum terjawab oleh penelitian terdahulu.
Mirip dengan bagian Latar Belakang, tujuan bagian Tinjauan Pustaka adalah
untuk meyakinkan pembaca tentang kelayakan (worthiness) penelitian ini. Perbedaan
pertama, bila argumen-argumen pada Latar Belakang untuk meyakinkan pembaca
dijelaskan secara umum, pada Tinjauan Pustaka, argumen-argumen secara spesifik
dibangun dalam konteks (domain) bidang/area penelitian. Terminologi-terminologi
yang digunakan menunjuk konsep atau makna yang secara khas dikenali dalam
bidang yang dimaksud.
Perbedaan kedua antara Latar Belakang dan Tinjauan Pustaka adalah bahwa
argumen-argumen pada Tinjauan Pustaka disusun dengan cara memposisikan
penelitian yang dilakukan dalam konstelasi penelitian-penelitian lain yang relevan.
Relevansi sebuah penelitian lain ditentukan dengan menilai “kedekatan” tema/
topiknya dengan topik penelitian yang dilakukan penulis. “Kedekatan” topik bisa
berupa kemiripan tentang permasalahan yang dihadapi atau obyek penelitian yang
sejenis. Setelah relevansi ditentukan, selanjutnya perlu ditarik sebuah faktor
“pembeda”, yang membedakan antara penelitian orang lain dan penelitian yang
dilakukan penulis. Faktor pembeda inilah yang digunakan untuk membangun
argumen untuk meyakinkan kelayakan penelitian yang dilakukan penulis. Contoh
faktor pembeda yang paling banyak dilakukan adalah faktor hasil penelitian: argumen
yang meyakinkan bisa dibangun dengan menunjukkan bahwa penelitian terdahulu
belum dapat sepenuhnya menyelesaian permasalahan yang dihadapi, yang kini akan
dicoba dipecahkan melalui penelitian ini.
Agar lebih meyakinkan, tinjauan pustaka perlu disampaikan dalam sebuah
alur yang mampu menggambarkan minat utama (mainstream) penelitian dalam
bidang yang dimaksud. Dengan kata lain, bagian Tinjauan Pustaka tidak cukup hanya
berisi paragraf-paragraf yang meskipun bercerita tentang relevansi penelitian
terdahulu dengan penelitian yang dilakukan, tetapi saling lepas dan tidak membentuk
sebuah gambaran utuh (the big picture) tentang minat utama penelitian dalam bidang
tersebut.
13
Secara umum, bagian Tinjauan Pustaka berfungsi menjelaskan posisi
penelitian yang dilakukan penulis di antara penelitian-penelitian terdahulu. Untuk
dapat menjelaskan posisi ini, penulis harus memahami penelitian-penelitian yang
telah dilakukan peneliti lain, lengkap dengan konteks yang melatarbelakanginya.
Dengan kata lain, penulis harus menguasai bidang penelitiannya secara
melebar/meluas. Keluasan pengetahuan merupakan salah satu ciri pembeda seorang
lulusan S-2 dengan lulusan S-1.
Perlu diperhatikan, sumber yang digunakan dalam bagian Tinjauan Pustaka
harus disebutkan secara eksplisit. Adapun aturannya dijelaskan pada Subbab 3.12.
1.2.4 Landasan Teori
Landasan teori mencakup teori-teori yang dipakai oleh mahasiswa sebagai
arahan dalam memecahkan masalah yang diteliti. Dalam hal ini, landasan teori dapat
berupa suatu uraian yang bersifat kualitatif, suatu model matematis, ataupun bentukbentuk
representatif yang lain.
Seperti halnya Tinjauan Pustaka, landasan teori akan lebih meyakinkan (dapat
memberikan kesan bahwa penelitian dilakukan atas dasar teoritis yang kuat) bila
dirangkai menurut sebuah alur logika yang baik.
1.2.5 Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian
Bagian ini bersifat opsional; tergantung dari jenis penelitian. Judulnya dipih
salah satu, berupa Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian. Hipotesis memuat pernyataan
singkat yang didasarkan oleh suatu landasan teori atau tinjauan pustaka, yang
kebenarannya masih harus diuji atau dibuktikan. Dengan kata lain, hipotesis adalah
jawaban sementara terhadap suatu masalah yang diajukan oleh peneliti. Melalui
penelitian ilmiah, hipotesis akan dinyatakan ditolak atau diterima.
Perlu diketahui, penelitian yang bersifat ekplorasi dan deskriptif biasanya
tidak mengandung hipotesis.
Untuk memahami hipotesis, perhatikan contoh berikut. Seseorang hendak
menggunakan sepeda motor. Ketika mesin hendak dihidupkan ternyata gagal. Dari
kondisi ini kita bisa melakukan beberapa asumsi bahwa penyebab masalah tersebut
adalah seperti berikut:
1. Busi kotor
2. Bahan bakar habis
Untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya, asumsi-asumsi tersebut perlu
diuji. Pertama, perlu pengujian untuk membuktikan bahwa businya memang kotor.
Kedua, bila ternyata busi tidak kotor, perlu pengujian untuk memeriksa bahwa bahan
bakarnya habis atau tidak.
Asumsi seperti busi kotor atau bahan bakar habis sebagai jawaban atau
anggapan yang bersifat sementara terhadap mesin yang tidak dapat dihidupkan
merupakan contoh suatu hipotesis. Jelas bahwa asumsi tersebut setelah melalui
pengujian bisa saja salah atau bisa saja benar. Hipotesis yang setelah mengalami
14
pengujian dinyatakan benar maka maka dikatakan bahwa hipotesis tersebut diterima.
Untuk keadaan sebaliknya, dikatakan bahwa hipotesis ditolak. Perlu juga diketahui,
hipotesis yang telah teruji akan berubah menjadi kesimpulan.
Beberapa acuan dalam menuliskan hipotesis:
1. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk suatu pernyataan (kalimat afirmatif);
bukan dalam bentuk suatu pertanyaan.
2. Hipotesis perlu dirumuskan dalam suatu pernyataan yang ringkas dan
tidak menimbulkan kerancuan.
3. Hipotesis harus dapat diuji.
Contoh hipotesis:
1. Peran aktif eksekutif puncak mempengaruhi keberhasilan penerapan
sistem informasi.
2. Kebiasaan pemakai menggunakan perangkat lunak komersial berpengaruh
terhadap resistansi penggunaan perangkat lunak yang bersifat Open
Source.
Kebenaran terhadap hipotesis-hipotesis seperti di atas perlu diuji melalui data empiris
dengan menggunakan metode statistik.
Adapun Pertanyaan Penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang menjadi
dasar untuk melakukan penelitian. Bagian ini biasanya ada pada jenis penelitian yang
bersifat analisis kualitatif. Contoh :
1. Apa yang harus dipersiapkan oleh PT Java Flora untuk menuju ke
pengembangan aplikasi sendiri?
2. Bagaimana cara mengurangi kelemahan-kelemahan sekiranya
pengembangan aplikasi dilakukan oleh pihak ketiga?
Catatan:
Pada tesis yang berupa pengembangan suatu perangkat lunak, baik Hipotesis ataupun
Pertanyaan Penelitian tidak ada.
1.2.6 Cara Penelitian
Cara Penelitian memuat beberapa hal: bahan penelitian, alat, dan jalan
penelitian.
a. Bahan Penelitian berisi bahan-bahan yang digunakan untuk melakukan
penelitian. Secara konkrit bahan penelitian berupa entitas yang menjadi
obyek yang diolah dan/atau diberi perlakuan-perlakuan tertentu.
Pengolahan atau pemberian perlakuan tersebut menghasilkan fenomenafenomena
yang dapat diamati, yang selanjutnya digunakan sebagai bahan
kajian dalam penelitian (misalnya berupa data hasil pengamatan). Sama
seperti bidang-bidang lain, penelitian dalam bidang teknologi informasi
juga memerlukan bahan. Banyak penelitian, terutama dalam bidang
15
perangkat lunak, yang bekerja dengan informasi sebagai obyek. Informasi
dapat menjadi bahan penelitan, hanya saja ia bersifat abstrak. Sebagai
contoh, dalam penelitian (pengembangan) sistem informasi, bahan
penelitiannya adalah proses-proses bisnis yang berlaku (misalnya,
prosedur pembayaran gaji) dan data tentang domain sistem informasi
(misalnya, data arus kas). Sebagai pegangan, dalam penelitian yang
melibatkan populasi atau sampel penelitian, populasi atau sampel
tergolong sebagai bahan penelitian.
b. Alat mencantumkan peranti-peranti yang dipakai untuk melakukan
pengolahan atau pemberian perlakuan terhadap bahan penelitian. Pada
penelitian keinformatikaan yang menggunakan sistem komputer sebagai
alat, pengertian “alat” agak kabur karena banyak jenis komputer yang
dapat digunakan sebagai alat. Dengan demikian yang perlu disebutkan
adalah spesifikasi yang benar-benar terkait dengan fungsinya sebagai alat
pengolah materi penelitian (informasi). Sebagai contoh, penyebutan
“monitor” sebagai sebuah alat menjadi tidak relevan, kecuali bila monitor
tersebut menjadi piranti kunci dalam penelitian (misalnya dalam penelitian
dalam bidang pengolahan citra yang memerlukan resolusi tinggi).
Dengan argumen yang sama, maka penelitian yang bersifat pengembangan
biasanya melibatkan beberapa alat sekaligus: perangkat keras, perangkat
lunak (misalnya, paket DBMS dan paket pemrograman terintegrasi), dan
jaringan komputer.
Banyak penulis yang menyebutkan alat penelitiannya sebagai berikut:
− Komputer Pentium III 850 MHz
− RAM 64 MB
− Hard disk 20 GB
− Monitor 15 inci
Persoalan dengan spesifikasi di atas adalah spesifikasi tersebut tidak
secara tajam menunjukkan fungsinya sebagai alat penelitian. Pembaca
dapat bertanya, misalnya, “bisakah penelitian ini dikerjakan dengan
komputer dengan memori 32 MB atau hard disk 15 GB atau monitor 14
inci ?” Akan lebih baik bila spesifikasi di atas diubah menjadi sebagai
berikut:
• Komputer dengan spesifikasi cukup untuk menjalankan perangkat
lunak X di atas sistem operasi Y
Istilah “cukup” di atas dapat dijabarkan lebih lanjut dengan menyebutkan
persyaratan perangkat keras minimum yang biasanya menyertai produk
perangkat lunak atau sistem operasi. Dengan kata lain, komputer apapun
yang digunakan, selama memenuhi persyaratan yang diberikan, dapat
digunakan sebagai alat penelitian.
c. Jalan Penelitian berisi uraian lengkap dan terinci tentang langkah-langkah
yang diambil pada pelaksanaan penelitian ataupun dalam tahap
pengumpulan data. Termasuk dalam pembahasan ini yaitu model dan cara
16
yang akan dipakai untuk menganalisa hasil. Tujuannya adalah memberi
peluang bagi pembaca yang berminat untuk menelusuri langkah-langkah
yang dilakukan peneliti. Pada penelitian yang bersifat pengembangan
sistem, bagian ini berisi uraian tentang tahap-tahap pengembangan yang
dilakukan, misalnya tahap-tahap dalam siklus perangkat lunak. Dalam tiap
tahapan, perlu dijelaskan secara eksplisit kegiatan apa saja yang dilakukan
dan metodologi apa yang dipakai. Sebagai contoh, dalam analisis sistem,
peneliti perlu menjelaskan bagaimana ia melakukan analisis (survey,
kuesioner, dsb) dan bagaimana survey atau kuesioner tersebut disusun.
Sekiranya penelitian melibatkan variabel, masing-masing variabel mulai
perlu dikenalkan pada bagian ini. Pada penelitian yang mencari hubungan
antara suatu komponen penelitian dengan sejumlah variabel yang
mempengaruhinya, variabel-variabel yang dilibatkan perlu diuraikan
dengan rinci, termasuk jenis kisarannya. Sebagai contoh, dikehendaki
untuk melihat faktor kepuasan pemakai suatu sistem informasi yang
didasarkan pada antarmuka dan keakuratan data. Pada contoh ini,
antarmuka dan keakuratan data berkedudukan sebagai variabel.
1.2.7 Jadwal Penelitian
Jadwal Penelitian memberikan gambaran tentang tahapan-tahapan penelitian,
rincian kegiatan-kegiatan dalam setiap tahapan, dan juga waktu yang diperlukan.
Untuk mempermudah pembacaan, jadwal penelitian dinyatakan dalam bentuk
matriks.
1.3 Bagian Akhir
Bagian Akhir dalam proposal penelitian berisi daftar pustaka dan lampiran.
Namun, lampiran bisa saja tidak ada.
1.3.1 Daftar Pustaka
Daftar Pustaka berisi seluruh literatur (baik buku, tesis, artikel pada majalah,
surat kabar, dan proceeding, ataupun sumber di Internet) yang diacu pada penulisan
proposal tesis.
Daftar pustaka disusun urut naik (ascending) didasarkan nama belakang
penulis pertama. Aturan lengkap penulisan daftar pustaka disajikan pada Bab 3.
1.3.2 Lampiran
Lampiran bisa saja tidak ada. Lampiran dapat berupa keterangan atau
informasi tambahan (misalnya kuesioner) yang dimaksudkan untuk melengkapi
proposal penelitian.
17
1.4 Kerangka Proposal Tesis
Agar keseragaman dapat tercapai, proposal penelitian tesis disusun dengan
kerangka seperti berikut:
Halaman Judul
Halaman Persetujuan
1. Latar Belakang
1.1 Perumusan Masalah
1.2 Keaslian Penelitian
1.3 Manfaat Penelitian
2. Tujuan Penelitian
3. Tinjauan Pustaka
4. Landasan Teori (atau 4. Pertanyaan Penelitian)
5. Hipotesis (Bagian ini berisifat opsional)
6. Cara Penelitian
6.1 Bahan Penelitian
6.2 Alat
6.3 Jalan Penelitian
7. Jadwal Penelitian
Daftar Pustaka
Lampiran
Catatan:
Penomoran bisa berubah kalau ada bagian yang tidak disertakan (misalnya tidak ada
hipotesis atau pertanyaan penelitian tidak ada).
18
2 Tesis
Dalam beberapa hal, tesis memiliki kesamaan dengan proposal penelitian.
Tesis juga memiliki tiga bagian: bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.
2.1 Bagian Awal
Bagian awal tesis berisi: halaman sampul depan, halaman judul, halaman
pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran,
arti lambang dan singkatan, dan intisari.
2.1.1 Halaman Sampul Depan
Secara berurutan, halaman ini berisi :
a. Judul tesis (Sama seperti pada proposal penelitian).
b. Maksud tesis, berupa tulisan:
Tesis
untuk memenuhi sebagian persyaratan
mencapai derajat Sarjana S-2
Program Studi Magister Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
c. Lambang Universitas Gadjah Mada berbentuk bundar dengan dimeter
sekitar 5,5 cm.
d. Keterangan yang mengajukan proposal penelitian tesis, nama lengkap
mahasiswa, dan nomor mahasiswa. Contoh:
diajukan oleh:
Nina Katerina
810/II-5/56/06
e. Instansi yang dituju yaitu berupa seperti berikut:
kepada
SEKOLAH PASCASRAJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
Tahun penyelesaian tesis, yaitu tahun ujian tesis yang terakhir.
Contoh lengkap halaman sampul muka dapat dilihat pada halaman sesudah
ini.
19
INTEGRASI INFORMASI
SEJUMLAH SITUS WEB PERBANKAN
Tesis
untuk memenuhi sebagian persyaratan
mencapai derajat Sarjana S-2
Program Studi Magister Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
diajukan oleh
Nina Katerina
12345/PS/MTI/04
kepada
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2006
20
2.1.2 Halaman Judul
Isi halaman judul sama dengan isi halaman sampul depan. Yang membedakan
hanyalah jenis kertas yang digunakan. Halaman judul dicetak pada kertas putih.
2.1.3 Halaman Persetujuan
Halaman Persetujuan mencantuman tanda tangan para pembimbing dan para
penguji dan tanggal ujian. Contoh dapat dilihat pada halaman 10.
21
TESIS
INTEGRASI INFORMASI
SEJUMLAH SITUS WEB PERBANKAN
yang telah dipersiapkan dan disusun oleh
Nina Katerina
12345/PS/MTI/04
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal 12 Februari 2006
Susunan Dewan Penguji
Pembimbing Utama Anggota Tim Penguji Lain
Nama Pembimbing Nama Penguji
Pembimbing Pendamping
Nama Pembimbing Nama Penguji
Nama Penguji
Tesis ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
Untuk memperoleh gelar Magister
Tanggal (Diisi tanggal saat minta tanda tangan)
Nama Pengelola
Pengelola Minat Studi Magister Teknologi Informasi
Program S-2 Teknik Elektro
22
2.1.4 Halaman Pernyataan
Halaman Pernyataan berisi pernyataan yang menjelaskan bahwa tesis tidak
merupakan hasil jiplakan dan juga bukan berupa karya orang lain. Contoh isi halaman
pernyataan:
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam
naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Yogyakarta, ………..
Tanda tangan
Nama tanpa gelar apapun
2.1.5 Kata Pengantar
Kata Pengantar biasanya berisi ucapan terima kasih pada Tuhan (karena
penulis berhasil merampungkan penulisan tesis), ucapan terima kasih kepada
Pembimbing dan siapa saja yang berkontribusi terhadap penyusunan tesis, serta
beberapa penjelasan singkat yang lain. Bagian ini tidak mencantumkan hal-hal yang
bersifat ilmiah.
Contoh:
.
Pertama-tama, penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah swt, yang
telah memberikan anugerah dan kesehatan sehingga penulis bisa menyelesaikan tesis
ini.
Penulis menyadari bawah tesis ini tidak akan pernah selesai tanpa bantuan
dari banyak pihak. Beberapa di antara mereka adalah
1. Prof. Dr. Adi Soesanto, M.Sc., sebagai pembimbing utama, yang telah
mengarahkan penulis dalam menyusun tesis ini;
2. Ir. Soedjatmiko, M.Sc, sebagai pembimbing pendamping, yang juga telah
mengarahkan penulis dalam menyusun tesis ini;
3. Bapak Hendra Kurniawan, direktor PT Java Flora, yang telah memberikan
izin kepada penulis untuk melakukan riset pada perusahaannya;
4. Bapak Putu Swanarya, manajer Departemen Teknologi Informasi, yang
dengan sabar hati menjawab segala pertanyaan penulis selama melakukan
riset;
23
5. Semua pihak di PT Java Flora yang tak mungkin penulis sebut satu
persatu, yang telah memberikan informasi tentang operasional sistem
informasi.
Tentu saja, penulis mengucapkan terima kasih yang setulus hati kepada
mereka. Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga penulis dan
juga kepada seluruh rekan-rekan angkatan yang ikut mendukung penyusunan tesis
ini.
Akhir kata, penulis berharap agar tesis ini memberikan manfaat terutama bagi
PT Java Flora dalam mengembangkan sistem informasi dan meningkatkan
manajemen sistem informasi.
Yogyakarta, 26 Juni 2004
Peneliti
2.1.6 Daftar Isi
Daftar isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh
tentang isi tesis dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin langsung melihat
suatu bab atau anak subjudul. Di dalam daftar isi tertera urutan judul, subjudul, dan
anak subjudul disertai dengan nomor halamannya.
Contoh:
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. iii
I. PENDAHULUAN ………………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………. 1
1.1.1 Perumusan Masalah …….…………………………………. 1
1.1.2 Keaslian Penelitian ……………………………………………. 1
1.1.3 Maanfaat Hasil Penelitian ……………………………………. 1
1.2 Tujuan Penelitian …………………………………………………. 3
II. TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………….. 5
Dst…….
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….……….…64
24
2.1.7 Daftar Tabel
Daftar Tabel mencantumkan judul semua tabel yang digunakan dalam tesis
dan lokasi halaman dari masing-masing tabel. Bagian ini tidak ada sekiranya tesis
tidak melibatkan tabel sama sekali.
Contoh:
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tahapan Rekayasa Perangkat Lunak ……………………….........…….. 12
Tabel 4.1 Nilai-nilai Batas untuk Atribut Benar dan Salah untuk Umur Rata-
Rata Manusia Indonesia ……….……………………………………… 25
2.1.8 Daftar Gambar
Daftar Gambar mencantumkan judul semua gambar yang digunakan dalam
tesis dan lokasi halaman dari masing-masing gambar. Bagian ini tidak ada sekiranya
tesis tidak melibatkan gambar sama sekali.
Contoh:
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Proses Kompresi ….......................………………….........………….. 45
Gambar 4.2 Proses Dekompresi ………………............................……………….. 45
2.1.9 Daftar Lampiran
Daftar Lampiran mencantumkan judul semua lampiran yang digunakan dalam
tesis dan lokasi halaman dari masing-masing lampiran. Bagian ini tidak ada sekiranya
tesis tidak melibatkan lampiran sama sekali.
Contoh:
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Program Kompresi .......................………………….........………….. 78
Lampiran B Program Dekompresi ……………............................……………….. 95
2.1.10 Arti Lambang dan Singkatan
Bila di dalam tesis banyak terdapat lambang dan singkatan, perlu dibuat daftar
lambang dan singkatan yang disertai dengan arti dan satuan masing-masing.
Contoh:
25
DAFTAR SINGKATAN
DSS = Decision Support Systems
EIS = Executive Information Systems
ES = Expert Systems
MIS = Management Information Systems
...
WWW = World Wide Web
Catatan:
Daftar Singkatan perlu diurutkan secara ascending (urut naik).
2.1.11 Intisari
Intisari ditulis dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,
dan merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang tujuan, cara, dan hasil
penelitian. Tujuan penelitian disarikan dari tujuan penelitian pada bagian pengantar,
cara penelitian disarikan dari jalan penelitian, dan hasil penelitian diringkas dari
kesimpulan. Pada umumnya intisari terdiri dari tiga alinea, dan panjangnya tidak
lebih dari satu halaman.
Intisari ditulis dalam satu spasi.
Contoh dapat dilihat pada halaman sesudah ini.
26
ABSTRACT
Information systems have an important role in companies in providing
information that is very useful for operation and management. Therefore, many
companies have information technology or information systems department. So do
PT Java Flora, a firm in Yogyakarta hat have business in selling plants worldwide.
For several years PT Java Flora has used information system to handle its
important activities such as recording transactions and supporting decision making.
However, there are two main issues related to management of information systems.
For a moment PT Java Flora outsources all of new information systems and develops
small applications especially for reporting that are handled by internal people, but
several questions are waiting to be answered: Is it possible to do insourcing rather
than outsourcing? What are the constraints? What should PT Java Flora to do toward
insourcing? How to reduce the weaknesses of outsourcing if the company still wants
to use this approach? Second, about decision in developing new systems that so far
are handled by top management without a formal document called an information
systems plan.
In this thesis, researcher tried to analyze those issues and the resulta are
addressed to give suggestions to PT Java Flora in managing information systems.
Besides, researcher also recommends that PT Java Flora should develop a customer
database to utilize data that has been located in the repositary in order to provide
better value to its customers.
Keywords: Information systems, Information systems plan, Outsourcing, Insourcing.
27
INTISARI
Telah diketahui bahwa sistem informasi memegang peranan penting dalam
perusahaan dalam menyediakan informasi yang berguna bagi kepentingan operasi
maupun manajemen. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang memilki departemen
teknologi informasi atau sistem informasi. Begitu juga PT Java Flora, sebuah
perusahaan yang bergerak dalam penjualan tanaman ke seluruh dunia.
PT Java Flora menggunakan sistem informasi selama beberapa tahun untuk
menangani kegiatan-kegiatan seperti pencatatan transaksi dan pendukung
pengambilan keputusan. Walaupun begitu, ada dua hal penting yang berkaitan dengan
manajemen sistem informasi yang menarik untuk ditelaah. Pertama, tentang akuisisi
sistem informasi itu sendiri. Selama ini PT Java Flora melimpahkan seluruh
pembuatan sistem baru ke pihak ketiga (outsourcing). Adapun pengembangan
aplikasi kecil untuk kepentingan pembuatan laporan ditangani sendiri oleh pegawai di
bidang teknologi informasi (insourcing). Berkaitan dengan hal itu, terdapat beberapa
pertanyaan yang menarik: Apa yang harus dipersiapkan oleh PT Java Flora untuk
menuju ke pengembangan aplikasi sendiri? Bagaimana cara mengurangi kelemahankelemahan
sekiranya pengembangan aplikasi dilakukan oleh pihak ketiga? Kedua,
tentang pengambilan keputusan pengembangan sistem baru yang sejauh ini ditangani
oleh manajemen puncak tanpa disertai dokumen formal yang disebut rencana sistem
informasi.
Pada tesis ini, peneliti mencoba untuk menganalisa pokok-pokok bahasan
tersebut dan hasilnya ditujukan untuk memberikan saran bagi PT Java Flora dalam
mengelola sistem informasi. Disamping itu, peneliti juga menganjurkan pihak PT
Java Flora untuk mengembangkan basis data pelanggan untuk mendayagunakan data
yang telah disimpan dalam basis dataa dengan tujuan untuk memberikan nilai yang
lebih baik bagi para pelanggan.
Kata-kunci: Sistem informasi, Rencana sistem informasi, Outourcing, Insourcing
28
2.2 Bagian Utama
Bagian utama mengandung enam buah bab, yang secara berturutan berisi
tentang pendahuluan, tinjauan pustaka, cara penelitian, hasil penelitian dan
pembahasan, kesimpulan dan saran, dan ringkasan.
2.2.1 Bab 1 Pendahuluan
Bab 1 berupa pendahuluan. Secara garis besar, bagian Pendahuluan berisi
seperti berikut.
a. Latar belakang, yang isinya hampir sama dengan yang tercantum pada
proposal penelitian tesis, dengan tambahan-tambahan sebagai perluasan.
Jadi, bagian ini juga berisi perumusan masalah, keaslian penelitian, dan
manfaat yang diharapkan.
b. Tujuan penelitian, yang pada prinsipnya sama seperti yang disajikan pada
proposal penelitian.
Untuk keseragaman, isi bagian ini perlu disusun dengan struktur seperti
berikut:
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Perumusan Masalah
1.1.2 Keaslian Penelitian
1.1.3 Manfaat Hasil Penelitian
1.2 Tujuan Penelitian
2.2.2 Bab 2 Tinjauan Pustaka
Bab 2 berisi empat bagian: tinjauan pustaka, landasan teori, hipotesis, dan
rencana penelitian. Susunan lengkap pada bab ini adalah seperti berikut:
2.1 Tinjauan Pustaka
2.2 Landasan Teori
2.3 Hipotesis (atau 2.3 Pertanyaan Penelitian)
Bila hipotesis tidak ada, struktur isi Bab 2 adalah seperti berikut:
2.1 Tinjauan Pustaka
2.2 Landasan Teori
Isi Tinjauan Pustaka pada prinsipnya sama seperti yang dicantumkan dalam
proposal penelitian. Begitu juga tentang isi Landasan Teori dan Hipotesis.
29
2.2.3 Bab 3 Cara Penelitian
Bab 3 menjabarkan tentang bahan penelitian, alat, jalan penelitian, dan
kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. Jadi, struktur pada bab ini adalah seperti
berikut.
3.1 Bahan Penelitian
3.2 Alat Penelitian
3.3 Jalan Penelitian
3.4 Kesulitan-Kesulitan
Ketiga bagian yang pertama pada prinsipnya sama seperti pada proposal tesis.
Adapun yang terakhir (Kesulitan-Kesulitan) dimaksudkan agar para peneliti yang
hendak melakukan penelitian sejenis terhindarkan dari hal-hal yang tidak
menyenangkan yang pernah terjadi. Contoh kesulitan adalah kesulitan dalam
mengintegrasikan dua atau lebih perangkat lunak dalam satu paket. Kesulitan yang
bersifat subyektif seperti minimnya ketersediaan waktu penelitian atau kesulitan
dalam pemrograman tidak boleh dimasukkan.
2.2.4 Bab 4 Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab 4 menjabarkan hasil penelitian yang telah dilakukan beserta analisisnya.
Secara garis besar, isi bab ini adalah seperti berikut:
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan
2.2.4.1 Hasil Penelitian
Bagian ini berisi uraian rinci tentang hasil yang didapatkan dari penelitian
yang dilakukan. Deskripsi hasil penelitian dapat diwujudkan dalam bentuk daftar,
grafik, atau bentuk-bentuk lain yang representatif.
Hasil penelitian perlu disampaikan sejelas mungkin. Dengan demikian, bagian
ini tidak hanya berisi deskripsi kuantitatif saja (gambar, diagram, dan sebagainya),
tapi juga uraian kualitatif yang menjelaskan tentang temuan-temuan tersebut. Jika ada
lebih dari satu temuan, maka perlu ada suatu deskripsi logis yang menghubungkan
satu temuan dengan lainnya, untuk membentuk sebuah hasil yang utuh.
Prinsip di atas juga berlaku untuk penelitian pengembangan. Pada bagian ini
dapat disampaikan implementasi dari sistem yang dibangun. Deskripsi dapat dimulai
dengan penjelasan tentang produk pengembangan secara umum (tinjauan
morfologis), kemudian diikuti dengan penjelasan tiap-tiap aspek yang relevan.
Sebagai contoh, dalam pengembangan sistem informasi, deskripsi tentang “sistem”
mengawali uraian yang lebih rinci tentang struktur basis data, jaringan komputer,
arsitektur program, dan detil-detil proses pengolahan data.
Bila cakupan hasil penelitian cukup luas, maka bagian ini dapat dipecah
menjadi subbab-subbab yang lebih kecil.
30
2.2.4.2 Pembahasan
Pada dasarnya bagian ini berisi analisis tentang bagaimana hasil penelitian
dapat menjawab pertanyaan yang melatarbelakangi penelitian ini. Bagian ini
memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menjelaskan hasil-hasil penelitian, dan
jika diperlukan peneliti dapat memberikan penekanan-penekanan (stressing) pada
aspek-aspek yang dianggap penting dalam konteks pertanyaan yang dihadapi oleh
penelitian ini.
Dalam proses pengumpulan hasil penelitian (atau selama proses
pengembangan sistem), biasanya peneliti akan memperoleh ide-ide baru yang
berhubungan dengan hasil penelitian (atau aspek-aspek pengembangan). Ide-ide ini
yang kemudian perlu dirangkai dan diuraikan keterkaitannya dengan hasil penelitian
yang diperoleh. Diskusi seputar relevansi, kegunaan, dan keterbatasan penelitian
inilah yang menyusun bagian Pembahasan.
2.2.5 Bab 5 Kesimpulan dan Saran
Bab 5 berisi dua bagian yaitu kesimpulan dan saran.
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
2.2.5.1 Kesimpulan
Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari
hasil penelitian dan pembahasan. Butir-butir kesimpulan betul-betul muncul dari
penelitian yang dilakukan, bukan berupa pernyataan yang bersifat generik.
2.2.5.2 Saran
Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan peneliti. Saran juga
harus secara langsung terkait dengan penelitian yang dilakukan. Tujuan dari saran
adalah memberikan arahan kepada peneliti sejenis yang ingin mengembangkan
penelitian lebih lanjut.
Khusus untuk penelitian yang ditujukan untuk menganalisa suatu institusi,
saran dapat berupa rekomendasi terhadap perusahaan.
Catatan:
Bila ada saran yang ditujukan kepada institusi
31
2.3 Bagian Akhir
Bagian akhir berisi Daftar Pustaka dan Lampiran. Daftar Pustaka
mencantumkan semua bahan pustaka yang diacu dalam bagian utama.
2.4 Kerangka Tesis
Halaman sampul depan
Halaman judul
Halaman pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel
Daftar gambar
Daftar lampiran
Arti lambang dan singkatan
Abstract
Intisari.
Sampul
1. Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Perumusan Masalah
1.1.2 Keaslian Penelitian
1.1.3 Manfaat Hasil Penelitian
1.2 Tujuan Penelitian
2. Bab 2 Tinjauan Pustaka
2.1 Tinjauan Pustaka
2.2 Landasan Teori
2.3 Hipotesis (atau 2.3 Pertanyaan Penelitian)
3. Bab 3 Cara Penelitian
3.1 Bahan Penelitian
3.2 Alat Penelitian
3.3 Jalan Penelitian
3.4 Kesulitan-Kesulitan
4. Hasil Penelitan dan Pembahasan
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan
5 Bab 5 Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
32
3 Tatacara Penulisan
Bagian ini membahas aturan-aturan yang perlu diketahui dalam menuliskan
tugas akhir ataupun tesis.
3.1 Ukuran Kertas
Kertas yang digunakan berupa kwarto (A4) dengan batas-batas pengetikan
seperti berikut:
• Batas kiri : 4 cm
• Batas kanan : 3 cm
• Batas atas : 4 cm
• Batas bawah : 3 cm
3.2 Kertas Sampul
Sampul yang digunakan berupa kertas buffalo, dengan ketentuan warna
sebagai berikut:
• Tesis : warna warna biru teknik.
3.3 Ukuran dan Jenis Tulisan
Semua tulisan dalam tugas akhir atau tesis menggunakan font berupa Times
New Roman, ukuran 12.
3.4 Spasi Baris
Tulisan ditulis dengan spasi ganda. Pengecualian untuk ini yaitu pada
abstraksi. Abstraksi menggunakan spasi tunggal.
3.5 Penulisan Angka dan Satuan
Semua angka yang disertai satuan harus ditulis dalam bentuk angka (bukankata-
kata) kecuali kalau terletak di awal kalimat. Antara angka dan satuan harus ada
pemisah. Contoh:
• Kapasitas disket sebesar 14,4 megabyte atau 14,4 MB
• Enam puluh lima orang …
Tanda pecahan harus menggunakan koma. Contoh: 62,3%.
Satuan yang merupakan kependekan harus ditulis tanpa tanda titik. Penulisan
seperti 14,4 M.B adalah contoh yang salah.
3.6 Pengaturan paragraf
Awal paragraf ditulis dengan menjorok ke kanan kira-kira 1,2 cm. Paragraf
ditulis rata kiri dan rata kanan.
33
3.7 Penomoran
Beberapa aturan tentang penomoran adalah seperti berikut.
3.7.1 Halaman
• Halaman untuk bagian pendahuluan menggunakan huruf romawi kecil (misalnya
i, ii, dst.) dimulai dari halaman judul (tetapi nomor halaman untuk halamn judul
tidak perlu ditulis).
• Halaman utama dimulai yang pertama hingga yang terakhir memakai angka arab
(1, 2, 3, dst.).
• Peletakan nomor halaman dilakukan pada bagian kiri atas, kecuali untuk awal
bab. Nomor halaman untuk awal bab diletakkan di bagian bawah tengah.
3.7.2 Tabel
Setiap tabel ditulis dengan disertai penomoran yang menggunakan aturan:
Nomor bab.nomor urut
Semua nomor yang digunakan dalam bentuk angka arab. Contoh:
Tabel 4.1 Struktur Tabel Siswa
3.7.3 Gambar
Setiap gambar ditulis dengan disertai penomoran yang menggunakan aturan:
Nomor bab.nomor urut
Semua nomor yang digunakan dalam bentuk angka arab. Contoh:
Gambar 2.1 Model Koneksi Program Visual BASIC
dengan Database Server MYSQL
3.7.4 Persamaan
Setiap persamaan ditulis dengan diakhiri sejumlah tanda titik, spasi, tanda (
dan diikuti dengan nomor bab, tanda titik, nomor urut, serta tanda ). Contoh:
e = mc2 ……………………… (2.1)
3.7.4 Judul Bab, Subjudul Bab, dan Anak Subjudul Bab
Judul bab ditulis dengan awalan BAB diikuti dengan huruf romawi kapital.
Antara judul bab beserta huruf romawi dan judul diletakkan pada baris terpisah.
Adapun subjudul ditulis dengan awalan
Nomor bab.nomor urut
34
Semua nomor yang digunakan dalam bentuk angka arab. Contoh:
1.3 Keaslian Penelitian
Untuk anak subjudul, bentuk penomorannya adalah seperti berikut:
Nomor bab.nomor subjudul.nomor urut
Catatan:
Penomoran judul hanya boleh sampai tiga level. Jika ada judul dengan level keempat,
judul ditulis tanpa diberi nomor.
3.8 Pengaturan Tabel, Gambar, Persamaan, dan Judul Bab
Aturan dalam meletakkan tabel, gambar, persamaan, judul bab, subjudul, dan
anak subjudul seperti berikut.
3.8.1 Tabel
Tabel diatur rata tengah terhadap batas kiri dan batas kanan halaman. Begitu
pula untuk bagian judul tabel.
Judul tabel diletakkan di bagian atas tabel dan tidak diakhiri dengan titik. Kata
Tabel dan penomorannya ditulis tebal, sedangkan keterangan judul tabel ditulis
miring. Semua awal kata dalam judul tabel (kecuali kata penghubung dan kata depan)
ditulis dengan huruf kapital. Setiap awal kata dalam judul kolom (kecuali kata
penghubung dan kata depan) juga ditulis dengan huruf kapital. Contoh:
Tabel 4.1 Struktur Tabel Siswa
No Nama Field Tipe dan Panjang
Field
Keterangan
1 NO_MHS CHAR (8) Nomor mahasiswa
2 NAMA_MHS CHAR(35) Nama mahasiswa

Tabel diusahakan tidak terpotong dalam dua halaman. Perkecualian dari hal
ini adalah kalau tabel sangat panjang.
Jika sebuah tabel terpisah pada halaman yang berbeda, judul kolom harus
disertakan untuk setiap halaman. Adapun judul tabel tetap ditulis sekali saja.
Jika jumlah kolom sangat banyak dan tidak mencukupi untuk diletakkan
dalam satu halaman, gunakan format landscape.
3.8.2 Gambar
35
Yang dimaksud dengan gambar dapat mencakup grafik, peta, foto, atau
ilustrasi.
Gambar diatur rata tengah terhadap batas kiri dan batas kanan halaman.
Begitu pula untuk bagian judul gambar.
Judul gambar diletakkan di bagian bawah gambar dan tidak diakhiri dengan
titik. Kata Gambar dan penomorannya ditulis tebal, sedangkan keterangan judul
gambar ditulis miring. Semua awal kata dalam judul gambar (kecuali kata
penghubung dan kata depan) ditulis dengan huruf kapital. Contoh:
Contoh seperti berikut:
Gambar 2.1 Model Koneksi Program Visual BASIC
dengan Database Server MYSQL
Jika gambar melebar sehingga tidak mencukupi batas kiri dan batas kanan
halaman, gunakan format landscape.
3.8.3 Persamaan
Persamaan diletakkan simetris terhadap batas kiri dan batas kanan halaman.
3.8.4 Judul, Subjudul, dan Anak Subjudul
Judul bab bersama dengan nomor bab diletakkan simetris terhadap batas kiri
dan batas kanan halaman. Semua huruf yang digunakan berupa huruf kapital. Judul
dicetak tebal dan tidak diakhiri dengan titik. Contoh:
BAB I
PENDAHULUAN
Sub judul dan anak subjudul ditulis rata kiri dan dicetak tebal serta tidak
diakhiri dengan titik. Semua awal kata (kecuali kata penghubung dan kata depan)
ditulis dengan huruf kapital. Contoh:
3.9 Bahasa
36
Bahasa yang digunakan untuk tugas akhir dan tesis yaitu Bahasa Indonesia.
3.10 Penulisan Subjek Perlu dihindarkan
Dalam semua tulisan tugas akhir atau tesis tidak diperkenankan untuk
menggunakan subjek seperti saya, kita, Anda, dsb. Sebagai pengganti hal itu,
gunakan bentuk pasif. Pada kata pengantar, gunakan penulis sebagai pengganti saya.
Namun, pada bagian utama, hindari penggunaan subjek seperi saya, kita, dsb.
3.11 Istilah Asing
Semua istilah asing harus ditulis miring.
3.12 Pengutipan Referensi
3.12.1 Pengutipan dalam Teks
Dalam banyak hal, seringkali tulisan mengacu pada suatu referensi. Beberapa
aturan yang berlaku untuk kepentingan ini:
1. Dalam naskah, referensi suatu tulisan ditulis dengan beberapa macam
aturan. Contoh dapat dilihat di bawah ini:
• Menurut Kadir (2004, h. 5), teknologi informasi mencakup dua teknologi yang
disebut teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
• Teknologi informasi mencakup dua teknologi yang disebut teknologi
komputer dan teknologi komunikasi (Kadir, 2004, h. 5).
Dua contoh di atas menyatakan referensi ke buku yang ditulis oleh Abdul
Kadir pada tahun 2004 dan terdapat pada halaman 5. Perhatikan bahwa
hanya nama belakang yang disertakan dalam tulisan.
2. Bila pengarang berupa dua orang, nama belakang kedua pengarang
disebutkan. Contoh:
• Menurut Andi dan Christine (2005, h. 18), pemrograman ....
Pada contoh di atas, buku yang diacu ditulis oleh Jefry Andi dan Natalie
Christine.
3. Bila pengarang lebih dari dua orang, gunakan nama belakang pengarang
pertama dan diikuti koma, spasi, dan kata dkk. Contoh :
• Penelitian yang dilakukan oleh Sofyan, dkk (2001, h. 25), makanan yang
diberi formalin dengan kadar …
4. Jika suatu tulisan mereferensi dua literatur, antarreferensi ditulis dengan
pemisah titik-koma. Contoh:
37
• Menurut penelitian tentang komputasi bergerak (Bant, 1999, h. 25; Hunt,
2001, h. 200), diperoleh ….
Perlu diketahui, pada keadaan seperti itu pengarang harus disusun menurut
urutan abjad.
5. Jika dalam satu paragraf, seseorang yang direferensi disebut lebih dari satu
kali, hanya penyebutan yang pertama yang menggunakan tahun. Contoh:
• Dian (2001, h. 4) mempublikasikan penemuannya dalam buku berjudul
“Integrasi Web”. Dian menunjukkan …
6. Apabila terdapat suatu suatu referensi ke suatu nama dan tahun yang
kebetulan terdapat lebih dari sebuah, di belakang tahun perlu ditambahkan
sebuah huruf berupa a, b, c, d, dan seterusnya. Contoh:
• Riset tentang komputasi grid yang dikemukakan oleh Hubert (2004a, 2004b,
2004c, 2005) menunjukkan bahwa …
Pada contoh di atas terdapat tiga referensi ke Hubert yang diterbitkan pada
tahun yang sama yaitu 2004. Di dalam Daftar Pustaka, penyebutan tahun
harus mengikuti aturan tersebut.
7. Jika halaman yang direferensi lebih dari sebuah halaman, perlu disebutkan
jangkauannya dengan menggunakan tanda minus. Contoh:
• Menurut Febri (2004, h. 6-8), ….
Pada contoh di atas, halaman yang direferensi berupa halaman 6 sampai
dengan 8.
8. Pengutipan dari sumber kedua perlu mencantumkan nama penulis asli dan
penulis yang menyebutkan.
• Menurut Alter (Kadir, 2004, h. 6-8), ….
Pada contoh di atas, sumber kedua yaitu dari buku yang ditulis oleh Abdul
Kadir. Adapun yang dikutip adalah hasil dari tulisan Alter.
9. Pengutipan definisi dari sumber yang tidak berbahasa Indonesia perlu
ditulis dalam bentuk aslinya; bukan terjemahannya.
• Menurut Elmasri dan Navathe (1994, h.2), DBMS adalah “a collection of
programs that enables users to create and maintain database.”
38
10. Jika yang direferensi adalah sumber di Internet, penyebutan nama penulis
tetap mengikuti aturan-aturan yang disebutkan terdahulu. Contoh:
• Menurut penelitian tentang komputasi bergerak (http://www.x.com), diperoleh
….
perlu ditulis menjadi
• Menurut penelitian tentang komputasi bergerak (Hunt, 2004), diperoleh ….
jika yang diacu mencantumkan nama pengarang dan tahun. Bila tahun
tidak ada, tahun diisi dengan saat informasi diperoleh.
3.12.2 Nama dalam Daftar Pustaka
Gelar tidak perlu disertakan pada daftar pustaka.
Dalam daftar pustaka semua nama pengarang harus disertakan. Contoh sebuah
buku ditulis oleh Dian Nugroho, S.Kom, Ir. Sukoco, dan Amri Yahya, M.Kom.
Penulisan yang betul:
Nugroho, Dian; Sukoco; & Yahya, Amri
Dalam Daftar Pustaka, contoh di atas tidak boleh ditulis menjadi:
Nugroho, Dian, dkk.
3.12.3 Catatan Kaki
Hindarkan penggunaan catatan kaki. Sebagai pengganti catatan kaki, gunakan
cara seperti yang telah dibahas pada bagian 3.12.1.
3.12.3 Penulisan dalam Daftar Pustaka
Secara umum, setiap buku ditulis dengan susunan seperti berikut:
Nama belakang pengarang, nama depan pengarang. tahun penerbitan. Judul. informasi
cetakan jika ada. Kota atau negara:nama penerbit.
Aturan yang lebih khusus beserta contoh dijelaskan di bawah ini.
1. Buku ditulis oleh satu orang
Leshin, J.W. 2004. Management Information Systems. London: McMunster Publishing.
2. Jika pengarang lebih dari satu, susunan setiap pengarang tetap seperti pada satu
pengarang. Namun, dalam hal ini, antara dua orang perlu dipisahkan dengan titikkoma
dan tanda &.
39
Nur, Andi; & Hutabarat, Jefrey. 2004. Sistem Informasi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit
Obor.
Pada contoh di atas, pengarang yaitu Andi Nur dan Jefrey Hutabarat.
3. Bila data pengarang buku tidak ada, sebutkan bagian nama dengan Anonymous
untuk buku berbahasa asing atau Anonim untuk buku berbahasa Indonesia.
4. Jika lebih dari satu buku ditulis oleh pengarang yang sama pada tahun yang sama,
tambahkan a, b, dan seterusnya pada bagian tahun.
Roy, A. 1998a. Chaos Theory. New York: McMillan Publishing Enterprises.
Roy, A. 1998b. Classic Chaos. New York: McMillan Publishing Enterprises.
5. Bila yang diacu adalah artikel dalam sebuah majalah atau koran, tanggal
disebutkan setelah tahun.
Farhan, Ahmad. 2005, 3 Februari. e-Learning pada Sistem Pendidikan di Indonesia.
Koran Kedaulatan Rakyat.
6. Bila yang diacu adalah artikel dalam sebuah jurnal, tuliskan nama jurnal setelah
judul artikel. Cantumkan pula volume dan nomor penerbitannya.
Kadir, Abdul. 2006. Pengembangan Pustaka Konektivitas Database MySQL dan Visual
BASIC. Jurnal Teknologi Informasi Respati, Volume 1, Nomor 1. Yogyakarta:
Sekolah Tinggi Teknologi Informasi Respati.
7. Bila yang diacu adalah artikel dalam sebuah proceeding suatu konferensi, nama
editor perlu disebutkan setelah judul artikel dan kemudian diikuti dengan judul
proceeding.
Amriyanto, Ferry. 2005. Development of Low Cost Web-based Applications. William
Sterling & Cohan Murray (Editors). Proceeding of Web-based Applications.
Austria: Johannes Keppler University.
8. Bila yang diacu adalah Skripsi, Tesis, atau Disertasi, perlu penyebutan Skripsi,
Tesis, atau Disertasi disesuaikan dengan bahasa aslinya.
Kiren, R.S. 1997. Medical Advances and Quality of Life. Unpublished Doctoral
Dissertation. USA: Omaha State University.
Kadir, Abdul. 1998. Pemampatan Data Citra Menggunakan Alihragam Gelombang
Singkat. Tesis Tidak Terpublikasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
9. Bila yang diacu adalah paper yang dipresentasikan dalam suatu seminar, perlu
penyebutan nama seminarnya.
40
Sudarmanto. 1995. Teknik Deteksi Tepi dan Aplikasinya. Paper yang dipresentasikan
pada Seminar Hasil Riset. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
10. Jika yang diacu adalah karya-karya yang tidak dipublikasikan, perlu penyebutan
yang menyatakan bahwa karya tersebut tidak dipublikasikan.
Kadir, Abdul. 2005. Keamanan Sistem Informasi. Diktat Tidak Terpublikasi. Yogyakarta:
STTI RESPATI.
11. Jika yang diacu adalah buku terjemahan, pengarang asli disebutkan dan
penterjemah dicantumkan setelah judul.
Romatho, Jose. 2001. SQL Server 7.0. Adi Kurniadi (Penterjemah). Jakarta: Elex Media
Komputindo.
12. Referensi yang berbentuk elektronik juga harus menyebutkan nama pengarang.
Baldwin, Stephen. 2005. Technology and Immediacy of Information.
http://www.iit.com/~baldwin/techimmed.html. Diakses tanggal 20 Juni 2005.
Jika dalam artikel tidak disebutkan tahun artikel, tahun dikosongi.
13. Bila pengarang tidak ada, gunakan Anonim (untuk literatur berbahasa Indonesia)
atau Anonymous (untuk literatur berbahasa asing).
14. Isi Daftar Pustaka diurutkan menurut nama pengarang secara ascending (urut
naik).
Contoh Daftar Pustaka dapat dilihat sesudah halaman ini.
41
DAFTAR PUSTAKA
Baldwin, Stephen. 2005, June 13. Technology and Immediacy of Information.
[Online]. http://www.iit.com/~baldwin/techimmed.html.
Kadir, Abdul. 1998. Pemampatan Data Citra Menggunakan Alihragam
Gelombang Singkat. Tesis Tidak Terpublikasi. Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada.
Kiren, R.S. 1997. Medical Advances and Quality of Life. Unpublished Doctoral
Dissertation. USA: Omaha State University.
Leshin, J.W. 2004. Management Information Systems. London: McMunster
Publishing.
Nur, Andi; & Hutabarat, Jefrey. 2004. Sistem Informasi Pemasaran. Yogyakarta:
Penerbit Obor.
Romatho, Jose. 2001. SQL Server 7.0. Adi Kurniadi (Penterjemah). Jakarta: Elex
Media Komputindo.
Roy, A. 1998a. Chaos Theory. New York: McMillan Publishing Enterprises.
Roy, A. 1998b. Classic Chaos. New York: McMillan Publishing Enterprises.
42
3.13 Kesalahan yang Umum dalam Penulisan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan sebaiknya dihindari diuraikan di
bawah ini.
• Kata seperti atau, dan, sehingga, ataupun sedangkan tidak boleh berkedudukan
sebagai awal kalimat.
• Kata di yang menyatakan tempat harus dipisahkan terhadap tempat. Contoh
perhatikan penulisan di samping pada kedua kalimat berikut:
Ia duduk di samping saya.
Disamping itu, ia bekerja pada malam hari.
Pada kalimat pertama, di dan samping perlu dipisah karena menyatakan suatu
tempat.
Hal serupa perlu juga diperhatikan untuk ke yang menyatakan suatu tempat.
Dalam hal ini, kata ke dan tempat perlu dipisahkan dengan spasi.
• Penggunaan kata dimana yang tidak menyatakan suatu pertanyaan perlu
dihindari. Contoh:
Ia pergi ke Desa Sumberejo tempat dimana ia dilahirkan.
Bahasa Indonesia tidak mengenal penggunaan kata dimana seperti pada contoh
tersebut.
• Penulisan kalimat yang melibatkan suatu daftar rincian seperti berikut merupakan
contoh kesalahan yang sering terjadi:
Sifat-sifat air adalah:
a. mengalir dari tempat yang tinggi;
b. selalu rata.mendatar;
c. sesuai dengan bentuk wadahnya;
d. memberikan tekanan ke semua arah;
e. meresap melalui celah kecil;
f. melarutkan zat lain.
Pada contoh seperti di atas tanda : tidak perlu digunakan sesudah kata adalah.
Alternatif yang lain, tulisan di atas dapat dimodifikasi menjadi seperti berikut:
Sifat-sifat air adalah sebagai berikut.
a. Sengalir dari tempat yang tinggi.
b. Selalu rata.mendatar.
c. Sesuai dengan bentuk wadahnya.
d. Memberikan tekanan ke semua arah.
e. Meresap melalui celah kecil.
f. Melarutkan zat lain.
43
Perhatikan bahwa sesudah sebagai berikut terdapat tanda titik. Semua rincian ditulis
dengan awalan huruf kapital dan diakhiri dengan titik.
Alternatif yang lain:
Sifat-sifat air adalah sebagai berikut :
a. mengalir dari tempat yang tinggi;
b. selalu rata.mendatar;
c. sesuai dengan bentuk wadahnya;
d. memberikan tekanan ke semua arah;
e. meresap melalui celah kecil;
f. melarutkan zat lain.
44
BAGIAN III
1 Seminar dan Sidang Pendadaran
Tesis merupakan suatu prasyarat wajib bagi seluruh mahasiswa MTI yang
telah menginjak cawu 4, dengan bobot 6 sks. Dalam mengerjakan tesis ini, secara
umum seorang mahasiswa diarahkan untuk mengangkat suatu permasalahan yang ada
di dunia TI (studi kasus) yang nantinya akan dipecahkan mengikuti kaidah-kaidah
yang selama ini sudah dipelajarinya di MTI.
Karena tesis sangat penting, maka MTI menggunakan suatu sistem
pemantauan terpadu yang melibatkan seluruh komponen mulai dari pengelola, dosen
pembimbing dan mahasiswa itu sendiri. Salah satu mekanismenya adalah dengan
mengadakan sistem 4 kali seminar pra-pendadaran yang akan menghantarkan
mahasiswa menuju kesiapan dalam menghadapi pendadaran. Seminar-seminar
tersebut berfungsi seperti yang diharapkan MTI membentuk suatu mekanisme seperti
berikut.
1.1 Proses Pelaksanaan Seminar
1. Seminar diadakan secara rutin setiap bulan
2. Satu sesi seminar digunakan oleh beberapa mahasiswa sekaligus untuk
mempresentasikan kemajuan penelitiannya. Dengan demikian sebuah sesi
seminar dihadiri oleh beberapa dosen pembimbing dari mahasiswamahasiswa
tersebut.
3. Sebuah sesi seminar berlangsung kurang lebih 2 jam. Alokasi waktu untuk
presentasi dan diskusi tentang kemajuan penelitian adalah 30 menit untuk
tiap mahasiswa.
4. Seminar bersifat terbuka, dalam pengertian:
- dapat dihadiri oleh mahasiswa lain selain yang dijadwalkan pada hari
tersebut.
- dosen selain dosen pembimbing seorang mahasiswa dapat memberikan
masukan, saran, atau komentar terhadap presentasi mahasiswa yang
bersangkutan.
5. Seminar dipimpin oleh dosen dengan jabatan tertinggi diantara dosendosen
lain yang hadir.
45
1.2 Lingkup dan Tujuan
Mahasiswa MTI diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar
pra-pendadaran, karena masing-masing seminar mempunyai lingkup dan tujuan yang
berbeda-beda.
Seminar I - Dasar dan Persiapan
Seminar I bertujuan memaparkan kemajuan mengenai kelayakan (properness)
proposal penelitian, termasuk di dalamnya misalnya latar belakang, identifikasi
permasalahan/hipotesis, tujuan yang diharapkan, studi pustaka, metodologi penelitian
atau strategi penyelesaian masalah.
Seminar II – Rancangan
Seminar II bertujuan memaparkan kemajuan mengenai strategi dan rancangan
penyelesaian masalah, termasuk di dalamnya misalnya pemodelan-pemodelan, desain
dan lain-lain yang terkait dengan aspek perancangan sistem.
Seminar III – Implementasi
Seminar III bertujuan memaparkan kemajuan mengenai implementasi/penerapan dari
rancangan sistem yang telah didiskusikan pada Seminar II.
Seminar IV - Analisis/Konsolidasi
Seminar IV bertujuan memaparkan kemajuan mengenai hasil implementasi.
Didalamnya akan didiskusikan analisis dari hasil dan proses ujinya. Tahap ini dapat
juga dimanfaatkan untuk melihat kembali (review) tentang tahap-tahap sebelumnya.
Urutan lingkup dan tujuan yang jelas diharapkan dapat mencegah terjadinya
pengulangan tentang materi presentasi.
1.3 Fungsi Kontrol Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji
Dosen pembimbing berkewajiban membimbing mahasiswa dalam mencapai tingkat
kemajuan yang disyaratkan oleh masing-masing tahapan seminar. MTI menggunakan
Formulir Laporan Kemajuan Seminar yang akan diberikan ke setiap dosen penguji
seminar dan mahasiswa untuk membantu proses pembimbingan tersebut.
1. Pada saat seminar, formulir diberikan kepada semua dosen penguji untuk
diisi.
46
2. Dosen penguji memberikan komentar/saran dengan cara mengisi kolom
yang telah disediakan.
3. Setelah seminar selesai, formulir diberikan ke Pengelola MTI yang
selanjutnya akan meneruskannya ke mahasiswa dan dosen pembimbing I.
4. Mahasiswa dan dosen pembimbing mendiskusikan semua hasil evaluasi
yang masuk. Keputusan final tentang saran dan komentar berada di dosen
pembimbing I. Dosen pembimbing berhak mengubah, menambah atau
membatalkan saran dari dosen penguji lain.
5. Mahasiswa berkewajiban melaksanakan semua komentar/saran yang telah
disetujui dosen pembimbing.
6. Setelah menyelesaikan kewajibannya, mahasiswa melapor ke dosen
pembimbing untuk mendapatkan persetujuan.
Dosen pembimbing diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan
kewajibannya tepat waktu agar tidak mengganggu kelancaran studi mahasiswa yang
bersangkutan.
2 Teknik Presentasi
TEKNIK PRESENTASI
UNTUK AKADEMIK
(SEMINAR PROPOSAL & SEMINAR HASIL SERTA UJIAN)
Tujuan :
Menyampaikan proposal penelitian, maupun hasil penelitian kepada audience
(dewan Penguji dan mahasiswa). Seminar proposal bertujuan menyampaikan rencana
penelitian dan mahasiswa menerima umpan balik dari audience. Seminar hasil
bertujuan menyampaikan hasil penelitian dan mahasiswa menerima umpan balik dari
audience. Ujian bertujuan untuk menguji mahasiswa.
Persiapan :
1. Siapa audience
Audience adalah dewan penguji dan mahasiswa
2. Apa yang akan disampaikan
Materi yang disampaikan dapat berupa proposal penelitian maupun hasil
penelitian.
3. Kapan disampaikan
Jadwal presentasi disesuaikan antara minat dan propgram studi
47
4. Dimana disampaikan
Presentasi disampaikan dilingkungan IKM.
5. Bagaimana menyampaikan
Presentasi dapat disampaikan dengan duduk atau berdiri tergantung besar
ruangan yang disediakan.
6. Berapa waktu yang disediakan
Waktu yang disediakan untuk presentasi 30 menit.
Strategi mempersiapkan :
1. Materi
a. Sistematika Bab 1 sampai dengan Bab V sesuai dengan aturan.
b. Tayangan berupa pointers
c. Menyiapkan catatan kecil.
d. Membawa literature / refensi pendukung.
e. Jika penelitian menghasilkan produk kasat mata, silakan dibawa.
f. Menyiapkan data kasar.
g. Menyiapkan handout untuk mahasiswa
2. Powerpoint
a. Powerpoint sesuai dengan aturan.
b. Font size (28) & Font type (Arial) atau mudah dibaca.
c. Pemakaian gambar atau animasi disesuaikan dengan tema.
d. Setiap Slaid memuat tidak lebih dari 8 baris.
e. Powerpoint sebaiknya sederhana dan tidak terlalu ramai.
f. Warna antara huruf & background kontras.
g. Jumlah slaid powerpoint tidak 30 slaid & disesuaikan dengan waktu yang
disediakan (30 menit).
3. Tape Recorder
a. Untuk merekam segala pertanyaan dan jawaban.
b. Sebaknya meminta teman untuk mengoperasikan tape rocerder.
4. Multimedia
a. Latihan mengoperasikan Komputer & LCD
b. Latihan mengiperasikan powerpoint.
c. Pertimbangkan waktu untuk mempersiapkan multimedia.
48
5. Ketrampilan Verbal
a. Volume suara.
b. Kejelasan artikulasi
c. Irama berbicara tidak terlalu cepat.
d. Aksentuasi (penekanan) pada hal-hal yang penting.
6. Ketrampilan Nonverbal
a. Tubuh condong ke depan
b. Posisi duduk atau berdiri menghadap audience.
c. Kontak mata.
d. Penampilan rileks.
e. Penggunaan gerak tubuh sesuai dengan kebutuhan.
7. Penampilan
a. Pakailah baju yang rapi & resmi, bagi laki-laki kemeja lengan panjang
berdasi, bagi perempuan gaun atau celana panjang & blus disertai blazer.
b. Pakailah baju yang enak dipakai (comfort).
c. Ekspresi wajah positif.
Mengelola Presentasi
1. Latihan
a. Berlatihlah di depa kaca
b. Berlatihlah presentasi di depan teman-teman dan mintalah masukan.
c. Rekamlah presentasi anda, dengarkan & cermati kelebihan maupun
kelemahannya.
2. Hafalkan kata-kata awal / pembukaan.
3. Periksa materi terutama jalur penyajian.
4. Antisipasi pertanyaan.
5. Pilihlah baju yang nyaman.
6. Cobalah menjadi audiene.
7. Tarik napas panjang sebelum mulai.
8. Terima stres sebagai tenaga.
9. Gunakan gaya anda.
Strategi menjawab pertanyaan
1. Mendengarkan secara aktif semua pertanyaan atau pernyataan.
2. Mengucapkan terima kasih atas pertanyaan atau komentarnya.
49
3. Jika anda tidak dapat menjawab, maka katakanlah sejujurnya anda tidak
mengetahui dan mintalah masukan.
4. Biarlah penguji menyelesaikan pertanyaan atau pernyataan, dan jawablah
setelah penguji selesai berbicara.
Strategi Menangani Rasa Cemas
1. Berlatihlah presentasi beberapa kali sebelum hari H.
2. Datanglah 30 menit sebelum presentasi dimulai.
3. Fantasikan berbagai hal yang menyenangkan.
4. Apabila ada rasa takut / cemas ketika melihat audience, maka lihatlah di atas
kepala audience.
5. Tarik napas panjang sebanyak 3 kali secara perlahan-lahan & rasakan alur
oksigen yang ada di dalam tubuh.
6. Minum air putih untuk menenangkan rasa cemas.
50
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2003. Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian dan Tesis. Yogyakarta:
Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Mardalis. 1999. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi
Aksara.
Nugroho, Lukito Edi. 2003. Penjelasan Petunjuk Penulisan Tesis S2 Bidang
Keinformatikaan: Suplemen Petunjuk Resmi dari Program Pascasarjana
UGM Versi 0.1. Dokumen Tidak Terpublikasi. Yogyakarta: Jurusan Teknik
Elektro UGM.
Sekaran, Uma. 2003. Research Methods for Business. USA: John Wiley & Sons, Inc.
Supranto, J. 1003. Metode Riset. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar